Jumat, 22 Maret 2013

Mikro, Pewarnaan sel




BAB 1
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Pewarnaan sel dalam praktikum mikrobiologi merupakan salah satu langkah untuk mempermudah pengamatan dalam mikroskop karena mikroorganisme yang  tidak diwarnai umumnya tampak transparan atau tembus pandang selain itu juga ukuranya sangat kecil sehingga dikembangkan suatu teknik pewarnaaan bakteri, sehingga sel dapat terlihat jelas  dan mudah diamati dalam Mikroskop.
Filum fungi dibagi menjadi 2, yaitu kapang dan khamir. Kapang merupakan kelompok fungi yang dapat diamati oleh mata telanjang dan terdapat miselium. Khamir merupakan kelompok fungi uniseluler, mikroskopik dan tidak membentuk percabangan permanen, bentuknya bermacam-macam biasanya bulat, telur, silindris, dll.
Untuk meneliti fungi, kita harus menumbuhkannya terlebih dahulu kemudian diamati. Untuk mempermudah mengamati fungi tersebut, maka perlu dilakukan pewarnaan pada fungi tersebut. Selain itu, pewarnaan fungi juga berfungsi untuk mengetahui reaksi dinding sel dan sifat fisiologi fungi. Pada pewarnaan ini terdapat 2 jenis, yaitu pewarnaan sederhana dan pewarnaan endospora.

1.2   Tujuan
1.      Untuk mengetahui metode pewarnaan sel fungi.
2.      Untuk mengetahui bentuk morfologi dan struktur sel fungi.
3.      Untuk mempelajari teknik apusan.

1.3   Manfaat
1.      Dapat mengetahui metode pewarnaan sel fungi.
2.      Dapat mengetahui bentuk morfologi dan struktur sel fungi.
3.      Dapat mengerti teknik apusan.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Dalam suatu proses pewarnaan dilakukan bertujuan untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop,menjelaskan ukuran dan bentuk bakteri. Pada teknik pewarnaan ini dapat dibedakan menjadi 3 metode pewarnaan yaitu pewarnaan sederhana,pewarnaan deferensial,dan pewarnaan struktural. Pemberian warna pada bakteri atau jasad-jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna dapat pada lapisan tipis atau olesan, prosedur pewarnaanyang menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel mikroba disebut pewarnaan diferensial.
Zat warna adalah senyawa kimia berupa garam-garam yang salah satunya ion berwarna. Garam terdiri dari ion bermuatan positif  dan ion bermuatan negatif. Senyawa-senyawa kimia ini berguna untuk membedakan bakteri-bakteri karena dengan sel bakteri akan memberikan warna yang berbeda . perbedaan inilah yang digunakan sebagai dasar pewarnaan bakteri, sel warna dapat dibagi menjadidua golongan yaitu asam dan basa.
2.1 Morfologi jamur
Jamur adalah organisme yang sel-selnya berinti sejati atau eukariotik,bentuk benang,bercabang-cabang,tidak berklorofil,dinding selnya mengandung kitin atau selulosa atau keduanya,heterotrof,absortif dan sebagian besar tubuhnya terdiri daribagian vegetatif berupa hifa dan generatif berupa spora.
Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalin-jalin semu menjadi tubuh buah. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dinding  berbentuk pipa. Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa.
Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat. Semua jenis jamur bersifat heterotrof. Jamur tidak memangsa dan mencernakan makanan untuk untuk memperoleh makanan,jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miselium lalu menyimpan dalam bentuk glikogen.
2.2 Morfologi kapang
Kapang merupakan jenis jamur multiseluler yang bersifat aktif karena merupakan organisme saprofit dan mampu memecah bahan-bahan organik kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Di bawah mikroskop dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut  hifa. Kumpulan hifa ini disebut miselum. Kapang melakukan reproduksi dan penyebaranya menggunakan spora. Spora kapang terdiri dari dua jenis yaitu:
o   Spora seksual
o   Spora aseksual
Spora aseksual dihasilkan lebih cepat dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan spora seksual. Spora aseksual memiliki ukuran yang kecil (diameter 1-10nm)  dan ringan, sehinggapenyebaranya secara pasif menggunakan aliran udara.
 Kapang mempunyai kisaran PH pertumbuhanYang luas yaitu 1,5-11. Kebusukan makanan kaleng disebabkan oleh kurangnya pemanasan atau karena terjadinya kontaminasi setelah proses. Kapang memerlukan oksigen untuk tumbuh sehingga kapang sering membusukan makanan asam. Contohnya kapang rhyzopus oligospora, rhyzopus oryzae,aspengillus ony,p.camembert.
Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kapang menyerang pernapasan,asma.sinusitis gangguan yang sering dijumpai sebagai hasil kerja sistim imun tubuh yang menyerap spora yang terhirup. Penyakit lain seperti mikosis yang disebabkan kapang aspergilus yang menyerang pernapasan.

2.3 Morfologi kamir
Khamir merupakan jenis jamur uniseluler. Istilah khamir umumnya digunakan untuk bentuk-bentuk yang mempunyai jamur dari kelompok oscomycetes          yang tidak berfilamen tetapi uniseluler berbentuk ovaid atau spheroid. Ukuranya juga bervareasi struktur yang didapat diamati meliputi dinding sel, sitoplasma,vakuola air,globula lemak dan granula. Kebanyakan khamir melakukan reproduksi aseksual melalui pembentukan tunas secara multilateral ataupun polus. Reproduksi secara seksual menghasilkan askospora melalui konjugasi dua atau konjugasi dua askospora yang menghasilkan sel anakan kecil. Jumlah spora dalam askos bervareasi tergantung macam khamirnya. Dibandingkan dengan bakteri,khamir dapat tumbuh dalam larutan yang pekat,misalnya larutan gula,garam lebih juga menyukai suasana asam dan lebih bersifat menyukai adanya oksigen. Khamir tidak mati oleh adanya antibiotik dan beberapa khamir mempunyai sifat antimikroba sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan kapang.
Ø  Kelompok khamir :
a.       Khamir sejati
Kelompok ini pada dasarnya termasuk dalam kelas ascomycetes dengan ciri mamiliki spora. Termasuk dalam sel ini adalah berbagai spesies saccharomyces,schizosaccharomyces.
b.      Khamir liar
Kelompok ini tidak mempunyai spora. Khamir liar ini pertumbuhanya terkadang diharapkan dalam satu fermantasi termasuk dalam kelompok ini adalah caudida,torulopsis,candica lipolytica.
2.4 Macam-macam pewarnaan jamur
a.  Pewarnaan KOA
            KOA 10% dan tinta parker berwarna blackblue.
b.      Pewarnaan lactophenol coffou blue
Fenol berfungsi untuk mematikan jamur. Gliserol mengawetkan preparaf dan mencegah prespitusi dari dua cat cotton blue berfungsi untuk mewarnai jamur manjadi biru.
c.    Pewarnaan






















BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Waktu dan tempat
Dalam melaksanakan praktikum tentang pengamatan dan pewarnaan fungi,praktikum melakukan kegiatan tersebut pada:
Hari/Tanggal        : Senin, 21 Mei 2012
Waktu                  : Pukul 10.50-13.20
Tempat                 : Laboratorium mikrobiologi Putra Indonesia Malang
3.2 Alat dan Bahan
Alat : mikroskop
Ø  Jarum ose
Ø  Pembakar spiritus
Ø  Objek Glass
Ø  Cover glass
Ø  Pipet tetes
Ø  Kain kasa
Ø  Jarum pantul

Bahan : Alkohol
Ø  Aquades
Ø  Larutan biru metilan
Ø  Larutan laktopenol
Ø  Jamur pada roti
Ø  Jamur pada tempe
Ø  Jamur pada kacang tanah

           
3.3  Cara kerja
Pengamatan morfologi khamir
1.      Disiapkan alat dan bahan
2.      Dibersihkan alat,tangan, dan meja dengan alkohol.
3.      Disemprot kaca objek  menggunakan alkohol kering.
4.      Ditetesi larutan biru  metilen 0,01 % satu tetes di atas objek glass.
5.      Kawat ose dibakar sampai merah, ditunggu agak dingin,lalu digores di atas media PDA yang berisi biakan.
6.      Dicampur atau digoyangkan kawat ose di atas larutan biru metilen 0,01% lalu dikeringkan atau diangin-anginkan.
7.      Ditutup dengan cover glass,diamati dengan mikroskop lalu dicatat.

Pengamatan morfologi kapang
1.      Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Dibersihkan alat,tangan,dan meja kerja.
3.      Disemprot kaca objek dengan alkohol,lalu dikeringkan.
4.      Ditetesi larutan lacrophenol sebanyak satu tetes pada objek glass.
5.      Diambil biakan pada media PDA dengan jarum ose secara aseptis.
6.      Diletakan congkelan tersebut pada tetesan lacrophenal.
7.      Diratakan dengan jarum pentul.
8.      Ditutup cover glass dan diamati dengan mikroskop.
















DAFTAR PUSTAKA
Ø  Anonim . 2008 . Morfologi jamur benang. http;//www.scribd.com (17 Mei 2009).
Ø  Anonim . 2008 .  Kapang. http:// www.scribd.com (27 April 2009).

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Blogger templates